Retorika

Seandainya nanti adalah kamu yang menjadi objek dari setiap tulisanku, akankah kamu tetap membaca semua tulisanku dengan senyumanmu?

Karena sejujurnya jari-jari ini sudah terasa gatal dengan semua perasaan dan angan tentangmu.

Jeda

Kadang kita memang perlu untuk berhenti sejenak. Sekedar memberi jeda. Karena sering kali kita terlalu sibuk berpikir, berhitung, sibuk merencanakan sesuatu, mengkhawatirkan sesuatu. Kita terlalu sibuk dengan tujuan semu yang kita yakini akan membawa kebahagiaan. Bahkan saking sibuknya dengan semua itu, kadang untuk melihat matahari pagi sembari berucap syukurpun sangatlah susah.

Gung, aku sempat menemukan akun tumblr lamamu. Tulisan2 lamamu itu temanku kala aku kesepian.Tapi sekarang entah kemana. :(.Tapi Baiklah, mungkin segalanya harus berubah. Tapi aku sedang tak ingin bertanya, hanya ingin menyampaikan kepadamu, kata dari salah satu seniman yg aku kagumi. "Kamu bisa menentukan untuk berpacaran dengan siapa dan menentukan menikah dengan siapa, tapi tak bisa kau tentukan cintamu untuk siapa. Menikah, berpacaran itu nasib. Sedang mencintai ialah Takdir". Goodluck ! — Anonymous

Yeah, takdir. Kadang aku benci dengan takdir, karena banyak orang menyalah artikan takdir. Dia selalu dijadikan tameng oleh kebanyakan orang yang mendapatkan sesuatu yang tidak dia harapkan. Good luck for you too!

*aku baru taulah ada pesan ini di inbox. sejak kapan?

I Voted
Bu, Pak, pemilu ini bukan pertempuran Malaikat vs Iblis. Jadi jangan pernah khawatirkan keimanan orang lain (apalagi ini Calon Presiden kita, duh!), khawatirkanlah kualitas keimananmu sendiri. Jadi jangan pernah bicara sejarah seolah-olah kamu paling paham soal sejarah. Memilih presiden bukan seperti memilih Tuhan yang harus sempurna. Memang tidak seorangpun bisa bebas dari bias, terlebih dengan semakin terbukanya arus informasi. Namun pikiran & kemampuan analisa kita, hanya kita yang bisa atur.
Selamat datang Indonesia baru. Saya selalu yakin apapun hasil dari pemilu kali ini, Indonesia akan menjadi jauh lebih baik dari sekarang. Salam hormat buat Pak Prabowo dan Pak Jokowi. Sebuah kehormatan bagi saya untuk memenuhi hak konstitusional pertama saya kepada putra-putra terbaik bangsa seperti bapak-bapak sekalian. Terima kasih buat Pak SBY atas kepemimpinannya yang luar biasa selama ini.
Sekali lagi saya ucapkan selamat buat seluruh rakyat Indonesia :)

I Voted

Bu, Pak, pemilu ini bukan pertempuran Malaikat vs Iblis. Jadi jangan pernah khawatirkan keimanan orang lain (apalagi ini Calon Presiden kita, duh!), khawatirkanlah kualitas keimananmu sendiri. Jadi jangan pernah bicara sejarah seolah-olah kamu paling paham soal sejarah. Memilih presiden bukan seperti memilih Tuhan yang harus sempurna. Memang tidak seorangpun bisa bebas dari bias, terlebih dengan semakin terbukanya arus informasi. Namun pikiran & kemampuan analisa kita, hanya kita yang bisa atur.

Selamat datang Indonesia baru. Saya selalu yakin apapun hasil dari pemilu kali ini, Indonesia akan menjadi jauh lebih baik dari sekarang. Salam hormat buat Pak Prabowo dan Pak Jokowi. Sebuah kehormatan bagi saya untuk memenuhi hak konstitusional pertama saya kepada putra-putra terbaik bangsa seperti bapak-bapak sekalian. Terima kasih buat Pak SBY atas kepemimpinannya yang luar biasa selama ini.

Sekali lagi saya ucapkan selamat buat seluruh rakyat Indonesia :)