1. minggu kelabu

    Ayah dari Mama-ku malam tadi meninggal dunia. Sudah setahun ini beliau jatuh sakit. Padahal dua-tiga tahun kebelakang, beliau segar-bugar. Kadang masih bisa ke sawah, atau ke kebun kopi untuk melihat hasil panennya. Bahkan kira-kira 1,5 tahun yang lalu beliau sempat membeli sebuah motor karena sepertinya gatal melihat anak-anak muda yang asik dengan motornya. Meski akhirnya jatuh dalam sebuah kecelakaan. Untungnya tidak terlalu parah. Dan mama hanya bisa geleng-geleng mendengarnya.

    Setahun terakhir, beliau sering jatuh sakit. Tingkat kesehatannya fluktuatif. “Tapi unggang (sebutan kakek) mu itu aneh, di rumah dia sakit, pas dibawa ke rumah sakit di palembang dia sembuh, bahkan bisa main sama cucu-cucunya. Pas dibawa ke rumah lagi, dia sakit lagi”, kira-kira itulah yang mama pernah bilang.

    Seminggu ini, keadaannya makin parah. Mama mulai gelisah, aku? sama. Dan kemarin, keadaannya makin kritis. Kakekku koma.

    Subuh tadi, mama angkat koper ke palembang. Dia pulang, mengantar ayahnya pulang, kali ini ke rumah-Nya yang dimana dia tidak akan pernah sakit lagi. Jujur saya tidak tega melihat mama begitu sedih, menangis. Melihatnya, hati ini terasa teriris-iris. Dan betapa menyesalnya saya ketika saya hanya bisa mengantarnya, dan mencium pipi mama sambil berkata “hati-hati ya, Ma”, tanpa bisa berbuat apa-apa.

    -

    Selamat jalan, Unggang. Pasti disana enak ya nggang, nggak ada suara berisik cucu-cucumu ini. Maaf juga belum bisa ngajak Unggang ke Bandung. Terus, terima kasih sudah melahirkan Mama yang begitu hebat buatku. Semoga amal ibadah Unggang diterima, ya, aamiin. Sampai ketemu lagi.

     


  2. Reshuffle kabinet BEM

    Beberapa hari ini rasanya saya cukup dibuat penasaran dengan pemberitaan tentang BEM IT Telkom. Katanya, 19 orang dari kabinet dipecat dan 23 orang diberikan SP (Surat Peringatan) oleh Presma dan Wapresma. Dan hal tersebut kini bukan lagi sekedar ‘katanya’ tapi memang begitulah kenyataannya. Setidaknya itulah yang tertulis di press release yang dikeluarkan oleh BEM IT Telkom, yang memang menyatakan demikian.

    Tak tanggung-tanggung, 19 orang diberhentikan. Sebenarnya jumlah inilah yang membuat berita ini menjadi sangat panas, karena 19 bukanlah jumlah yang sedikit. Bahkan dari 19 itu terdapat 5 orang menteri. Jadi sebenarnya apa yang terjadi di badan paling eksekutif di kampus ini?

    Kemarin sore, pihak BEM IT Telkom mengadakan press conference yang dihadiri mahasiswa dan berbagai ormawa. Sayang saya tidak bisa datang. Tapi kira-kira seperti inilah hasil press conference yang saya dapatkan dari @masjur_online

    • Pemecatan ini menyoal tentang PDKT (Ospek Kampus)
    • PDKT belum bisa diterima kedudukannya di Ormawa
    •  Ada ketidaksinkronan dalam PDKT
    • Peran DPM (Dewan Perwakilan Mahasiswa) menurut BEM belum optimal dalam kepengurusan ini
    • Antar pendekar tidak smuanya berkuantitatif dan berkontribusi dengan baik
    • Ada perubahan visi yang dilakukan teman-teman pendekar tanpa sepengetahuan Presma

    Jadi, yang saya tangkap dari hasil live-tweet @masjur_online tersebut, sepertinya terjadi sebuah perubahan visi dan mungkin misi oleh para petinggi PDKT yang juga merupakan orang-orang BEM. Sehingga visi misi PDKT yang sudah dicanangkan oleh Presma dan jajarannya nampaknya tidak diindahkan lagi oleh beberapa oknum. Mungkin seperti, gerakan terselubung.

    Well, begitulah politik. Saling beradu ideologi entah bagaimana caranya. Terlebih ini dunia kampus, dimana ideologi dapat dengan mudah ditanamkan dalam otak mahasiswa-mahasiswa, khususnya mahasiswa baru.

     


  3. Menurut Saya

    Menurut saya, membahagiakan semua orang memang tidak bisa. Entah benar-benar tidak bisa seperti kita tidak bisa memiliki energi-waktu-dan-uang dalam sekali waktu, atau karena memang saya yang tidak mengerti aturan mainnya.

    Menurut saya, mungkin manusia memang tidak akan pernah bisa menjadi malaikat, walaupun dalam beberapa kisah, malaikat bisa berubah menjadi sosok manusia. Entah benar-benar tidak bisa , atau karena memang saya yang tidak tahu caranya.

    Jangankan membahagiakan semua orang, membahagiakan dua orang pun rasanya susah sekali. Yang terjadi hanya kehancuran diberbagai pihak.

    Menurut saya, hidup memang susah ditebak, ada sekian ribu pilihan dan kesempatan dalam sepersekian detik. Sudah hampir 20 tahun saya menjalani hidup ini, tapi tetap saja masih banyak kesalahan-kesalahan yang saya lakukan. Entah benar-benar hidup itu susah ditebak, atau karena memang saya yang tidak bisa menikmati hidup ini.

     

  4. Yang aku takut, putaran ini tidak akan pernah berhenti. Dan kau akan terus begitu, termangu menungguku.

    12 September 2012,

    di sebuah pasar malam

     


  5. Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama Ia tidak menulis, Ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian
    — Pramoedya Ananta Toer
     

  6. Bandung, 2 September 2012

     


  7. Sahabat memang harus dipilih. Dan semoga, pilihan kita adalah juga pilihan Tuhan. Mereka yang baik dan membaikkan, dengan caranya masing-masing.
    — (via achmadlutfi)
     


  8. Cara mendapatkanku cuma satu cara. Dekatilah pemilik nyawaku. Cintailah Ia dulu. Setelah itu, hanya aku.
    — Isthofannisa Kartarineka
     

  9. rumput!

     

  10.